Senin, 28 Agustus 2017

Menyapa gunung sumbing via butuh kaliangkrik




Assalamu'alaikum 
Salam Lestari 

Kali ini saya mau menceritakan sedikit pengalaman menjajaki gunung sumbing via butuh kaliangkrik,
Sebelumnya saya pernah menjajal gunung sumbing via garung tapi itu sudah lama sekali sekitar 10 tahun yang lalu kalo gak salah saya ingat,,
Sebenarnya ini juga rencana agak dadakan, karena pada awalnya rencana tertuju buat nanjak gunung raung bareng beberapa teman yang sedari awal menyatakan ikut,, karena ada beberapa hal semua teman yang sedari awal dipastikan ikut membatalkan diri karena satu dan lain hal, setelah itu rencana mendaki tetap harus berjalan walaupun tidak ketujuan semula, akhirnya pilihan jatuh ke Gunung Sumbing karena jalur garung sudah saya pernah jajal saya coba mencari alternatif jalur lain, dan mbah google menjadi rujukan mencarinya, Dari Layar smartphone muncul lah beberapa jalur pilihan antara lain jalur mangli, jalur dampit jalur banjaran dan jalur butuh kaliangkrik,
Dari beberapa opsi saya coba telusuri lagi jalur mana yang akses transportasinya paling mudah, akhirnya pilihan jatuh kepada jalur butuh kali angkrik,

Selanjutnya pesan Bis, disini permasalahan awal muncul, karena keberangkatan saya persis momen longweakand, dari beberapa yg saya Satroni Bis tujuan fulbook semua, calo yg selama ini saya hindari terpaksa ditemani.
Keberangkatan dimulai melalui terminal pulogadung menumpang Bis tujuan Yogyakarta berharap diturunkan dikota magelang, 
Permasalahan selanjutnya yang saya dapat ketika keluar kota Semarang Bis yg saya tumpangi ternyata tidak melewati magelang melainkan Boyolali, Kutoharjo untuk sampai di jogja saya pun dipersilahkan turun di terminal Bawean untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke magelang, padahal calo yang sedari awal bilang kalo saya mau diantarkan ke magelang, (yah begitulah calo..)
Ketika sampai di  magelang jam menunjukkan pukul 18.00 dimana disini jam operasi bus dalam kota hanya beroperasi hingga pukul 16.00, selanjutnya perjalanan saya lanjutkan menggunakan jasa ojek untuk menuju pasar kaliangkrik, ojek kembali yang mengantarkan saya sampai desa butuh rumah kepala desa sekaligus basecamp pendakian gunung sumbing, pukul 20.00 saya tiba dibasecamp butuh.
Hal yang tidak diduga oleh saya dimana seorang kepala desa bersedia rumahnya dijadikan basecamp para pendaki, padahal sebelumnya saya membayangkan sosok kepala desa yang sepuh dan kaku melintas dikepala namun ketika bertatap langsung semuanya sirna sosok bayangan itu sungguh berbanding terbalik, beliau orang yang welcome kalo saya kira - kira umurnya sekitar 40an, seperti biasanya basecamp pada umumnya dikaca depan rumah selalu tertempel berbagai stiker dari berbagai komunitas, isi dalam ruangan terhampar karpet sebagai alas untuk beristirahat ada tiga ruangan yang diperuntukkan sebagai tempat beristirahat di kediaman beliau yang lebih menarik lagi ada sekitar 5 sertifikat asli dari basarnas menandakan bahwa pemiliknya telah mengikuti diklatsar junggle rescue,
Pendaki harus membayar retribusi sebesar sepuluh ribu dan mencatatkan identitas lengkap dibuku khusus pendaki sebagai gantinya pendaki dipersilahkan mendaki dan mendapat sebuah stiker sebagai kenang-kenangan


Rencana mendaki malam tetap saya lanjutkan meski sendiri saya tetap melangkah karena dari buku tamu yang tercatat sungguh banyak yang mendaki pada hari itu (10 desember), setelah selesai urusan administrasi dan urusan perut, saya memulai mendaki tepat pukul 21.00 menuju pos 1. Jalur  berupa  tanjakan yang didominasi perkebunan penduduk, ditambah aktlimasi yang belum sepenuhnya sempurna sudah harus langsung disuguhi tanjakan berat yang panjang membuat perjalanan serasa lambat, sekitar satu setengah jam lamanya menuju pos 1


Semangat masih membara seakan tak mau berlama-lama dalam posisi beristirahat perjalanan saya lanjutkan menuju pos 2 medanya masih sama menanjaknya namun ditengah perjalanan sudah memasuki area tertutup menandakan batas perkebunan dan kawasan lindung dimana hal ini sangat amat dilindungi haknya oleh penduduk sekitar. Untuk keperluan air sering dijumpai kolam-kolam penampungan air tapi disarankan hanya untuk keperluan memasak dan untuk minum disarankan membawa air mineral atau bekal dari bawah, sampai pada akhirnya bangunan beratap seng menandakan bahwa telah sampai pada pos 2, waktu tempuh satu setengah jam

Menuju pos 3 diawal perjalanan medan yang dilalu masih tetap menanjak namun sekitar 15 menit perjalanan medan landai menjadi suguhan vegetasi pun sudah mulai berubah dari hutan rapat menjadi sabana rumput, untuk sampai dipos 3  jalan memutari bukit, melintasi juga beberapa sumber air dan pertemuan jalur dampit dangan jalur butuh,  maju lagi sekitar 15 meter ada pertemuan lagi antara jalur butuh dan jalur mangli, area camp sangat kecil dipos 3 hanya bisa menampung 2 atau 3 tenda saja (tergantung ukuran) waktu tempuh menuju pos 3 sekitar 1 jam 



Selanjutnya pos 4, awal menuju pos 4 masih tetap jalan landai sampai pada ujung punggungan yg diputari kemudian menanjak hingga sampai pada pos 4. Dipos 4 ini biasanya persiapan sumitatack dimulai suguhan pemandangan nan indah berlatar Merbabu dan Merapi tak lupa spot sunrise dari sini juga sangat mempesona, waktu tempuh 2 jam 






Selanjutnya puncak sejati, puncak tertinggi digugusan gunung sumbing, jalur menuju puncak sejati mirip dengan menuju pos 4 tanjakan dengan Medan terbuka ditemani vegetasi khas puncak, sebelum tiba dipuncak sejati saya tiba di watulawang, persis pintu yang kalau melewatinya lalu turun terus kebawah akan menuju sabana banjaran dan kawah, nanti dulu mencicipi sabana dan kawahnya saya singgahi dulu puncak sejati, waktu tempuh pos 4 menuju puncak sejati 2 jam

Mencicipi sabana banjaran, kawah dan Segara wedi
Setelah puas berada dipuncak sejati selanjutnya tujuan saya adalah sabana banjaran kawah sumbing dan Segara wedi, persis yang saya ceritakan diatas melewati sebuah pintu (watulawang) lalu terus turun hingga dasar sabana waktu tempuh sekitar 15menit, menyusuri sabana banjaran dengan pesona ilalang dan bebatuan bebatuan besar adalah kenikmatan tersendiri sekejap terlupakan tanjakan-tanjakan berat yang saya lalui sebelumnya. Setelah mengikuti sabana banjaran kawah sumbing didepan mata, kawah yg masih mengepul mengeluarkan aroma khas gunung mati aktif sehingga aman untuk kita dekati, selanjutnya ambil jalan turun kebawah sekitar 100 meter Dari kawah saya sampai di segara wedi. Segara wedi sebenarnya masih satu gugusan dengan kawah gunung sumbing








Entah bisikan darimana keinginan menjajal puncak buntu atau yg disebut juga puncak garung lalu puncak kawah Dan puncak rajawali, tapi semua bisikan itu semakin menggebu Dan pada akhirnya langkah kaki pun mulai bergerak, Dari segara wedi ambil Arah ke puncak buntu lalu menanjak naik sekitar 30 menit sampai lah saya di puncak buntu, Dari sini pemandangan tak kalah cantik, Dari kejauhan saudara kembarnya gunung sumbing yaitu gunung sindoro berdiri menantang, nampak pula Dari kejauhan warna-warni tenda dipos terakhir sebelum puncak buntu via garung.
Selanjutnya puncak kawah Dari puncak buntu turun sekitar 100meter kearah Jalur garung kemudian belok kiri (kalau lurus masuk Jalur garung) setelah itu lurus terus sekitar 500meter kemudian ambil kiri lalu menanjak sampai lah saya di puncak kawah, mungkin karena puncak ini berdiri sejajar diatas kawah maka dimanakan puncak kawah.
Yang terakhir puncak rajawali, puncak yang tertinggi ke dua setelah puncak sejati, Dari puncak kawah ambil Jalur turun kearah puncak rajawali disini jalurnya cukup sulit ada seuntai webbing yang diikatkan dibatang besar guna membantu pendaki menarik atau menuruni batu besar ini, setelah melewati itu ambil Arah kanan memutari Arah belakang puncak rajawali lalu kemudian menaiki puncak rajawali. Waktu tempuh Dari segara wedi - puncak buntu 30 menit
Puncak buntu - puncak kawah 20menit

Puncak kawah - puncak rajawali 30 menit.





1 komentar:

  1. In this manner my buddy Wesley Virgin's autobiography launches in this shocking and controversial VIDEO.

    You see, Wesley was in the army-and soon after leaving-he revealed hidden, "mind control" secrets that the government and others used to get anything they want.

    As it turns out, these are the EXACT same SECRETS many celebrities (especially those who "became famous out of nowhere") and elite business people used to become rich and famous.

    You probably know how you use less than 10% of your brain.

    That's mostly because the majority of your brainpower is UNCONSCIOUS.

    Maybe this thought has even taken place INSIDE OF YOUR very own brain... as it did in my good friend Wesley Virgin's brain 7 years back, while riding an unregistered, trash bucket of a vehicle without a license and with $3 on his bank card.

    "I'm very frustrated with living check to check! Why can't I become successful?"

    You took part in those conversations, ain't it so?

    Your success story is going to happen. All you have to do is in YOURSELF.

    CLICK HERE To Find Out How To Become A MILLIONAIRE

    BalasHapus

Tak ada lagi istilah "...sumber air suu dekat kakak..."

Bicara leuweung (hutan) dalam konsep budaya masayarakat parahiyangan dikelompokan dalam 3 zona : Perampasan hak hutan  1. Leuweung Titipan ...