Senin, 12 Oktober 2020

Tak ada lagi istilah "...sumber air suu dekat kakak..."

Bicara leuweung (hutan) dalam konsep budaya masayarakat parahiyangan dikelompokan dalam 3 zona :

Perampasan hak hutan 


1. Leuweung Titipan (hutan titipan)
Adalah zona hutan yang tidak boleh diganggu gugat oleh manusia. Artinya segala sesuatu didalam zona ini tidak boleh diekploitasi manusia, (kecuali luh golongan kera dan penghuni aslinya)

2. Leuweung Tutupan (hutan tutupan)
Adalah zona hutan cadangan yang dimana saat tertentu dapat digunakan jika memang pemanfaatanya bersifat mendesak

3. Leuweung Bukaan (Hutan Garapan)
Adalah zona hutan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berhuma atau berladang

Sebenernya konsep tersebut telah dicopy paste dalam undang undang no. 41 tahun 1999 terutama pasal 6 ayat 1 dan 2 (soal fungsi hutan : fungsi konservasi, fungsi lindung dan fungsi produksi.

Memang gue belon baca tentang UU kontrovesial yg lagi rame.. tapi menurut gue soal diatas udeh ketok palu alias final tanpa perlu ada aturan aturan yang baru, wooonggg... begini aja, banyak hama (baca : manusia) yang rakus, apalagi kudu ditambah - tambahin atau diakal - akalin lagi tuh undang undang..

🙏🏼mohon koreksi kalo salah salah... 






Rabu, 07 Agustus 2019

EUFORIA YANG TERASA HAMBAR




Perjalanan 3 - 5 agustus ke gunung ciremai kemarin terasa hambar, meski euforia puncak majakuning masih tebal menempel dalam ingatan, sukses melangkahkan kaki dipuncak tertinggi tanah pasundan seperti menyisakan dosa kecil yang menodai kegembiraan perayaan pencapaian yang baru saja dicatatkan.
Bagaimana tidak 2 hari paska turun, sedang asyik -asyiknya memilah - milah foto yang menarik, bahkan pegal linunya saja belum terasa hilang, kabar duka datang dari gunung ciremai.

2 hari berselang tepatnya tgl 7 agustus 2019 kabar tidak mengenakan datang dari tempat yang beberapa hari lalu baru saja menjadi tempat kami bermain, bercanda dan merintih ditanjakan tanjakan menyebalkanya. Blok Goa Walet mengeluarkan asap pekat dugaan kebakaran menguat setelah pos pantau gunung ciremai mengiyakan berita tersebut, evakuasi pendaki dikebut, status pendakian ditutup sementara, dari berita yang dihimpun hingga pukul 21.00 malam api juga belum bisa dipadamkan.




Dalam tulisan sebelumnya saya mengutip pesan dari pengurus pendakian via palutungan bahwa tidak disarankan lagi menginap diblok Goa Walet, selain daerahnya yang rawan longsor musim kemarau kali ini memang terbilang cukup gersang dan menjadikanya wilayah yang rawan akan kebakaran.

Goa Walet sendiri berada diketinggian 2945 mdpl dari titik tertinggi digunung ciremai yaitu 3078 mdpl, bisa dibayangkan tanaman yang tumbuh dikisaran ketinggian tersebut bukanlah tanaman tanaman besar,  ilalang yang paling banyak dijumpai. Memang belum bisa dipastikan apa penyebab kebakaran yang terjadi, namun perasaan "gak enak" sedikit mengganggu euforia kami dijakarta.

Kejadian karhutla memang bukan kali ini saja terjadi, tindakan pencegahanpun sudah banyak disuarakan, tinggal bagaimana kita sebagai salah satu bagian dari pelaku kegiatan alam bebas dapat berupaya mendukung upaya upaya pencegahan, pada akhirnya "mencegah lebih baik daripada mengobati". Sebagai pelaku kegiatan digunung hutan semestinya kita harus mawas diri, sama-sama bersama instansi terkait mendukung upaya meminimalisir karhutla dengan cara mematuhi segala aturan yang ditetapkan pengurus pendakian.

Sekali lagi ini hanya ungkapan kegelisahan karena belakangan marak sekali karhutla yang terjadi baik di gunung, hutan lahan gambut dan sebagainya.
Terus terang Euforia kami jadi terasa hambar, bahkan menjurus keperasaan ikut bersalah.

"INI TANAH AIR KITA,, KITA BUKAN TURIS,, MAKA PERLAKUKANLAH SEMESTINYA APA YANG KITA MILIKI"



Selasa, 06 Agustus 2019

Berburu Romantisme Gunung Ciremai



Saya tak akan mengenal dunia pendakian andai saja dulu tidak ikut dalam perjalanan kegunung ini, masih teringat betul kala itu bertepatan dengan libur sekolah, tepatnya sebelum melangkahkan kaki menginjak bangku sekolah menengah atas alias sma, saya kala itu beserta beberapa teman berencana mengisi libur sekolah dengan mendaki gunung ciremai. Awalnya ajakan tersebut tercetus dari salah satu rekan yang memang berasal dari desa cilumus kaki gunung ciremai, dia menggambarkan bagaimana asyiknya bermain dihutan gunung dengan segala bumbu yang berhasil membuat syahwat mencobanya tak bisa tertahan.
Singkat cerita waktu yang ditunggu datang, memang betul istilah dalam dunia pendakian, hanya ada dua istilah untuk debutan yang pertama "kapok banget" dan yang kedua "nagih banget", saya rasa saya masuk dalam golongan yang "nagih banget". Jauh setelahnya saya beberapa kali kembali ke gunung ciremai sampai pernah mengalami kecelakaan disana, sama sekali tidak ada istilah kapok yang terbersit.

Dan kali ini setelah puluhan tahun berlalu kembali kegunung dimana kamu memulai debut mendakimu rasanya seperti perantau yang sudah puluhan tahun tak pulang akhirnya berkesempatan pulang kampung juga, ada sepenggal cerita romantis yang akan dilalui walau harus kembali merintih pada tanjakan - tanjakan menyebalkan.

Kali ini saya beserta 5 orang teman lainya berencana mendaki gunung ciremai via palutungan. Diawal kami berencana berangkat dari jakarta jumat malam tanggal 2 agustus 2019, naasnya gempa melanda daerah serang banten dan efek gerakanya terasa juga sampai ibu kota, dari ke 5 orang teman yang akan ikut mendaki ada salah satu teman yang tidak diperkenankan oleh orang tuanya akibat kejadian tersebut, dan akhirnya setelah nego sana sini keberangkatan kami tunda sampai keesokan harinya atau hari sabtu agar teman yang tidak direstui itu mendapat izin dari orang tuanya.

Waktu yang dinantipun tiba, keberangkatan kami  menyewa jasa travel yang bersedia mengantar dan menjemput kami sampai dipalutungan tentunya semuanya harus sesuai skedjule yang disepakati. Keluar jakarta diwaktu weakand adalah sesuatu yang amat menyebalkan, proyek yang tak kunjung usai antara cikampek sampai karawang itu membuat jengkel pengendara yang melewatinya, kami harus menghabiskan waktu selama 8 jam untuk sampai di palutungan. 
Sekitar pukul 15.00 wib kami tiba dibasecamp palutungan, segera mungkin kami mempersiapkan segala keperluan karena sadar hari semakin sore. 
Retribusi untuk pendakian gunung ciremai via palutungan dipatok seharga Rp. 60.000, weeiiitttsss.... jangan bilang mahal dulu, uang itu sebanding kok dengan apa saja fasilitas penunjang pendakian yang didapatkan, mulai dari pemeliharaan jalur yang saya rasa memang sangat rapih dan sediktnya memanjakan pendaki yang melintasinya, dengan uang sebesar itu juga setiap pendaki berhak mendapat sebuah sertifikat pendakian dan jamuan makan yang akan didapat kala turun nanti.
Basecamp Palutungan
Pos retribusi pendakian gunung cirrmai
Sertifikat yang didapat ketika turun
Basecamp palutungan sendiri berada dijalan palutungan desa cisantana, cigugur kabupaten kuningan. Letaknya yang persis berada dibawah kaki gunung ciremai membuat desa ini dikaruniai berbagai wisata alam yang patut juga untuk disinggahi sebut saja curug puteri, wisata alam tenjo laut,  pondok pinus camping ground,  wisata bukit penombongan, sukageuri view dan masih banyal lagi suguhan alam yang berada disekitar desa palutungan.
Sebagian besar penduduk desa palutungan beragama islam terlihat dari banyaknya mesjid dan musolah sepanjang desa, mereka kebanyakan bermata pencarian sebagai petani, maraknya wisatawan yang mengunjungi wilayah ini juga sedikit banyaknya mempengaruhi pola mata pencarian mereka, ada yang beralih menjadi penjual makanan atau cindera mata guna dijajakan pada wisatawan yang singgah, tak sedikit pemuda yang memanfaatkan kendaraannya untuk mengantar baik wisatawan ataupun pendaki yang memerlukan jasanya.
Desa palutungan, cisantana, cigugur kabupaten kuningan

Menuju pintu Rimba
Tak ingin berlama lama karena sadar hari semakin sore kami mulai pendakian, menuju pos 1 atau pintu rimba, melewati rumah rumah warga, bagi yang suka minum susu sapi murni ditengah perjalanan akan ditemui beberapa kandang dan pengolahan susu sapi yang langsung diperah, kalian bisa beli dari pemerahnya langsung. Selang tak berapa lama ladang khas kaki gunung sebagai pemandangan yang menemani perjalanan, waktu yang dibutuhkan untuk tiba dipintu rimba sekitar  30 menit.
Jalur melewati kebun penduduk menuju pos 1
Pintu rimba (pos 1)

Pos Cigowong (1450mdpl)
Cigowong merupakan dataran luas dapat menampung hingga 20an tenda, cigowong sendiri disediakan pengurus palutungan sebagai camping ground karena disini terdapat sumber air, fasilitas yang disediakanpun lumayan nyaman, disediakan juga musolah dan kamar mandi disekitarnya, untuk perbekalan air ini adalah satu satunya sumber air guna keperluan pendakian selama menuju puncak ciremai. Menuju cigowong jalurnya relatif landai melewati hutan pinus yang memanjakan mata, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai disini.
Jalur menuju cigowong
Pos cigowong (1450mdpl)

Pos Kuta (1575mdpl)
Selanjutnya menuju pos kuta hutan rapat mulai menemani perjalanan, sesekali terlihat pohon pohonn raksasa menyelinap diantara rapatnya hutan gunung ciremai, medan masih bervariasi atara tanjakan dan landai, track tanah berakar memambah menambah syahdu perjalanan. Di pos kuta dapat menampung sekitar 8 tenda, Butuh sekitar 45 menit untuk sampai di pos kuta.
Pos Kuta 1575mdpl

Pos Panguyangan Badak (1800mdpl)
Selanjutnya pos pangayunan badak yang harus dilewati, dataran cukup luas ini dapat menampung 7-8 tenda tergantung ukuran, medan masih mirip dengan pos pos sebelumnya hutan rapat, medan bervariasi antara tanjakan dan jalan landai, menuju pos pangayunan badak membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Pos Pangayunan Badak (1800mdpl)

Pos Arban (2050mdpl)
Menuju pos arban tanjakan tanah berakar masih mendominasi, hutan rapat dengan pohon pohon yang menjulang tinggi menemani perjalanan kami, sesekali suara lutung menyapa para pendaki yang melintas, pos arban sendiri mampu menampung sekitar 5 samapi 7 tenda tergantung ukuran, membutuhkan sekitar 45 menit untuk sampai dipos arban.

Pos Arban (2050mdpl)
Pos Tanjakan Asoy (2260mdpl)
Pos tanjakan asoy (2260mdpl)

Entah apa yang melatar belakangi penamaan tanjakan asoy ini, memang beberapa kali kita harus melewati tanjakan tanjakan yang panjang yang "asoooyy", hutan rapat masih menjadi vegetasi yang menemani perjalanan, waktu tempuh untuh sampai di pos tanjakan asoy sekitar 45 menit.

Pos Pesangrahan 1 (2450mdpl)


Dari sekian pos yang telah kami lewati pos pesanggrahan inilah yang paling luas, dapat menampung sampai 20 tenda, semenjak pos goa walet tidak disarankan lagi untuk bermalam, pos ini adalah pos yang paling ideal untuk beristirahat sebelum keesokan harinya menuju puncak, menuju pos pesanggerahan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan medan semakin menanjak. 

Pos Pesanggerahan (2450mdpl)

Simpang Apuy (2875mdpl)
Simpang apuy merupakan jalur pertemuan antara jalur palutungan dan jalur apuy, berketinggian 2875 mdpl sudah barang tentu membutuhkan tenaga ekstra untuk sampai, jalur sudah terbuka, pepohonan khas ketinggian seperti cantigi dan edelweis sering dijumpai sepanjang jalan, belum lagi medan tanjakan tak terputus membuat langkah kaki semakin melambat, kami sendiri membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai disimpang apuy.


Pos Goa walet (2945mdpl)
Selanjutnya menuju goa walet, perjalanan sama beratnya seperti menuju simpang apuy medan tetap menanjak terbuka dan tanah berdebu apalagi jika berpapasan dengan pendaki yang hendak turun rasanya sesak sekali nafas kala itu. Waktu tempu menuju goa walet sekitar 30 menit.

Puncak majakuning (3078mdpl)
Puncak majakuning atau disebut juga puncak ciremai berada diketinggian 3078mdpl tertinggi didatran negeri pasundan, dari puncak mata dimanjakan hamparan hutan gunung ciremai yang megah, kerlap kerlip kota kuningan dan sebagian kota cirebon, nampak juga sebuah telaga terlihat dari sini, menyembul puncak puncak gunung dari awan putih yang menyelimuti diantara yanh terlihat adalah gugusan gunung selamet, gunung sindoro dan sumbing, gunung cikuray dan pegunungan tampomas. Kita dapat mengelilingi Puncak kerucut gunung ciremai, untuk memutari puncak ciremai butuh waktu sekitar 2 jam berjalan. Kawah gunung ciremai terbagi 2, terakhir saya menyambangi puncak kawah gunung ciremai terisi air karena saat itu saya mendaki pada musim penghujan tapi sekarang kawah itu sangat terlihat jelas dasarnya. Dari goa walet membutuhkan sekitar 30 menit perjalanan dengan medan yang terus menanjak berdebu. Seperti puncak pada umumnya tanaman ketinggian khas gunung teropis banyak tumbuh segar disini, meski hujan sudah lama tidak menghampiri gunung ciremai.







Transportasi dari jakarta
Jakarta - kuningan (pertigaan cigugur)
Rp. 100.000 (bis luragung)
Pertigaan cigugur - palutungan
Rp. 20.000 (angkot/carter)

Estimasi perjalanan gunung ciremai via palutungan
Basecamp - Pos 1 : 30 menit
Pos 1 - Cigowong : 1,5 jam
Cigowong - Kuta : 45 menit
Kuta - Panguyangan badak : 45 menit
P. badak - Arban : 45 menit
Arban - Tanjakan asoy : 45 menit
Tanjakan asoy - Pesanggrahan : 1 jam
Pesanggerahan - Simpang apuy : 2 jam
Simpang apuy - Goa walet : 30 menit
Goa walet - Puncak Majakuning : 30 menit

Senin, 17 Desember 2018

Butuh berapa kalori dalam pendakian



Kegiatan pendakian


Apakah Anda mengetahui berapa kalori yang harus Anda konsumsi setiap harinya?
Tahukah Anda bahwa tubuh Anda tetap memerlukan kalori atau energi, walaupun Anda tidak melakukan aktivitas apapun?
Ini dinamakan dengan angka metabolisme basal (AMB) atau lebih dikenal dengan basal metabolic rate (BMR).

BMR atau basal metabolic rate adalah kebutuhan kalori yang tubuh Anda butuhkan untuk melakukan aktivitas basalnya.

Bagaimana cara menghitung BMR?

BMR tiap orang bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Oleh karena itu, BMR tiap orang berbeda-beda. Untuk mengetahui BMR Anda, Anda bisa menghitungnya menggunakan rumus Harris-Benedict. Rumus BMR ini dibedakan antara pria dan wanita.

BMR Pria = 66 + (13,7 x berat badan) + (5x tinggi badan) – (6,8 x usia)

BMR Wanita = 655 + (9,6 x berat badan) + (1,8x tinggi badan) – (4,7 x usia)

Keterangan:

~Berat badan dalam kilogram (kg)

~Tinggi badan dalam sentimeter (cm)

Berikut ini merupakan faktor aktivitas fisik:

Sangat jarang olahraga, kalikan BMR dengan 1,2

Jarang olahraga (1-3 hari/ minggu), kalikan BMR dengan 1,375

Normal olahraga (3-5 hari/ minggu), kalikan BMR dengan 1,55

Sering olahraga (6-7 hari/ minggu), kalikan BMR dengan 1,725

Sangat sering olahraga (setiap hari bisa dua kali dalam sehari), kalikan BMR dengan 1,9

BMR hanyalah jumlah kalori minimal yang dibutuhkan tubuh Anda untuk bisa menggerakkan organ-organ vital. Namun setiap harinya, Anda perlu mengonsumsi makanan dan minuman dengan jumlah kalori lebih dari itu, karena Anda juga butuh energi untuk bergerak, berjalan, berpikir, dan sejumlah aktivitas fisik lain yang dilakukan sehari-harinya


Contoh menghitung BMR (LAKI LAKI)
66 + (13,7 × 63) + (5×173) - (6,8×33)
= 1.569,7


menghitung kalori yg dibutuhkan dalam aktifitas pendakian

1.569,7 x 1,9 = 2,982.43

So,, mulai sekarang jangan ragu membaca table nutrisi dalam makanan yang akan kalian bawa dalam pendakian..

Rabu, 01 Agustus 2018

Rindu Dewi Rengganis yang dulu


Danau taman hidup

 Puncak rengganis

Puncak argopuro 3088mdpl

Sore ini ditengah hiruk pikuknya ibukota, saya coba mengingat kembali memori silam tentang sebuah perjalanan panjang "menyebalkan". Kenapa saya bilang menyebalkan?
Karena untuk menikmati senikmat-nikmatnya suguhan belantara pegunungan hyang ini kalian harus menyiapkan waktu yang agak lebih agar semua kenikmatan itu merasuk sampai sendi-sendi dalam darah.
Namun apa yang saya dan teman-teman lakukan disana terasa sangat singkat.
Idealnya paling singkat 4 malam cukup untuk mencapai orgasm tingkat tinggi, sedangkan kami beradu dengan 2 malam karena agenda rutinitas menyebalkan.

Gunung ini termasuk bagian dari Pegunungan Hyang, sehingga kawasan ini sering disebut Hyang-Argapura. Kompleks Hyang-Argapura merupakan kompleks gunung berapi raksasa yang mendominasi bentang alam antara Gunung Raung dan Gunung Lemongan di Jawa Timur. Di kawasan ini juga terdapat untaian lembah sedalam 1.000 meter. Di dalamnya ada kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Mendapat predikat gunung dengan jalur terpanjang dipulau jawa adalah suatu keistimewaan tersendiri tentunya mengingat pulau jawa adalah pulau paling padat di indonesia dengan segala kepenatanya.

Bagi kami gunung argopura bukan sekedar gunung penyangga bumi, dengan segala peninggalan sejarahnya patutnya gunung yang satu ini dirawat dengan cara yang tepat.
Cerita menjamurnya kegiatan offroad (bahkan sudah menyentuh area cikasur) sudah bikin hati terasa ngilu. Area cikasur buat para pendaki ialah area yang sangat sakral sabana khas pegunungan hyang lengkap dengan aroma mistis halipad dan sisa bangunan tua (cerita lokal tempat untuk menawan pekerja ramusa) sekarang harus bergelut dengan derungan mesin mesin pemecah gendang telinga. Dan satu lagi yang buat hati ini rasanya tersanyat proyek dengan bahasa yang sangat indah "peningkatan penunjang kawasan wisata alam situs rengganis"

Bisa dibanyangkan jalan tanah berbatu berubah beton beraspal sawah dan ladang penduduk setempat disulap menjadi vila-vila yang rakus akan kesedian air dan penyumbang sampah plastik yang cukup besar. Belum lagi budaya lokal yang akan tergerus dengan pengaruh materialitas.

https://jatim.antaranews.com/berita/202938/situbondo-segera-bangun-infrastrukur-wisata-gunung-argopuro


Mudahan ini hanya kegelisahan semata atas dampak buruk akan keberlangsungan legenda dewi rengganis. Sebagaimana alam tau cara mempercantik dirinya sendiri

Jumat, 04 Mei 2018

Gunung sindoro via alang alang sewu


Ada sejumlah gunung indah yang menjadi destinasi pendakian favorit bagi kalangan pendaki salah satunya panorama gunung sindoro.

Provinsi Jawa Tengah sendiri banyak pilihan pendakian untuk dituju, Semua gunung yang ada di dalamnya menawarkan pemandangan yang begitu indah, ada gunung selamet, gunung sumbing, gunung merbabu, gunung merapi, gugusan pegunungan dieng, dan masih banyak lagi destinasi pendakian yang belum saya sebutkan.

Dan yang akan saya kupas dalam tulisan pengalaman perjalanan saya kali ini adalah gunung sindoro.
Gunung Sindoro, atau yang juga kerap disebut Gunung Sundoro, memiliki ketinggian 3.153 mdpl di atas permukaan laut. Gunung ini terletak di sekitar Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. 

Gunung Sindoro merupakan gunung berapi aktif berkarakter gunung kerucut tipe Strato, dan terakhir sekali meletus tahun 1971 silam.Bersama Gunung Sumbing yang berhadapan dengannya, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing kerap dianggap sebagai ‘Gunung Kembar’ dalam artian harafiah karena mirip bentuknya dan lokasinya pun berhadapan sangat dekat.

Dalam libur pekan hari buruh saya manfaatkan untuk mencoba menjelajahi hutan gunung sindoro, kali ini jalur alang sewu yg saya pilih. Teman perjalan kali ini bang hery ceker, beliau beberapa kali menemani perjalanan saya dibeberapa perjalanan sebelumnya.
Beberapa tahun lalu saya pernah mencicipi gunung sindoro, waktu itu perjalanan ke gunung sindoro via keledung tepat setelah usai mendaki gunung sumbing,

Perjalanan Dari jakarta menuju wonosobo pada awalnya adalah  perjalanan yang sangat amat menyebalkan, sepanjang bis mulai bergerak bis hanya mampu bergerak tidak lebih dari 20km/jam alias macet parah, untuk sampai ke kebakasi saja saya harus bersabar hingga 4 jam lamanya.
Setibanyanya diterminal mendolo kami bertemu salah satu rombongan pendaki yang hendak mendaki sindoro juga, loby pun terjadi yg sedari awal mereka berencana menjajal jalur kledung akhirnya terbuai juga untuk menjajal jalur baru alang sewu, dan akhirnya perjalanan saya dan bang ceker bertambah anggota, perjalanan dari terminal mendolo 
kami lanjutkan menuju desa anggrungondok desa awal memulai perjalanan sindoro via alang sewu.

Tepat didesa anggrungondok bis kami berhenti, desa gondok berada sebelum garung (jalur gunung sumbing) dan pintu masuk kledung (jalur populer gunung sindoro). Tidaklah sulit menemukan pemberhentian jalur alang sewu, persis ditepi jalan sudah terpasang spanduk informasi base camp alang sewu lalu diseberangnya terdapat pula alfa mart guna menambah perbekelan yang dirasa kurang.

Tidak jauh dari jalan raya parakan penghubung kota wonosobo dan temanggung informasi pemberhentian menuju basecamp pajero atau pengurus pendakian gunung sindoro via alang alang sewu terpampang jelas dengan spanduk besar yang menandakan lokasi, atau juga dapat memesan kepada kernet bis untuk diturunkan di desa anggrungondok atau lebih familiar lagi goa maria.
Dari terminal mendolo (wonosobo) naik bus jurusan magelang.

Sesampainya di basecamp sambutan hangat kami terima dari pengurus base camp pajero (pengelola jalur alang sewu) tidak lupa segala informasi kami kulik dari pengelola. Dengan biaya retribusi pendakian sebesar sepuluh ribu rupiah perorang kami sudah bisa melintasi jalur alang alang sewu, tak lupa juga mengisi buku izin mendaki dengan menyertakan data diri dan nomer telepon yang dapat dihubungi sebagai salah satu syarat pendakian. 
Base camp pajero ini bagi kami terbilang sangat amat cukup baik, terdapat area tempat memarkir kendaraan bagi yang menggunakan mobil/motor pribadi, soal kenyamanan 
basecamp tak perlu diragukan lagi ruangan berkapasitas cukup besar beralaskan karpet sebagai pelindung dingin, berbagai makanan dan minuman yang bisa dipesan kapan saja, segala macam sovenir pernak pernik bertemakan gunung sindoro, colokan (yang tak kalah pentinh) untuk mengisi daya telepon seluler dan sebagainya hingga wifi yang disediakan pengelola dengan tarif seiklhasnya.

Spanduk tanda pemberhentian ditepi jalan yang menandakan tempat 
pemberhentian dijalan lintas wonosobo-temanggung



Basecamp Pajero desa anggrungondok


Jalur yang baru diresmikan sekitar satu tahun yang lalu ini dikelola oleh KPA PAJERO, dengan membayar uang sebesar sepuluh ribu rupiah lalu mencatatkan nama alamat dan data diri lengkap kami sudah diizinkan untuk mendaki gunung sindoro via alang alang sewu.

Perjalanan awalmenuju pintu rimba romantisme warga setempat yang selalu melemparkan senyum dan sapanya kepada kami menemani perjalanan awal kami, setelah kami melewati dusun anggungrondok lalu ladang perkebunan yang sangan panjang, dengan berlatar gunung sumbing di arah belakang dan gagahnya gunung sindoro didepan menambah semangat semakin berlipat ganda agar cepat sampai pos 3 alang sewu, pos 3 yang kami rencanakan sebagai camp kami malam nanti,
Menuju pintu rimba dari basecamp pajero membutuhkan sekitar 1 jam, setelah memasuki gerbang dominasi hutan rapatpun seakan menjadi payung alami kami untuk menghalau teriknya matahari. 
Menuju pos 1 atau yang disebut juga lembah kesunyian dari pintu rimba membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan medan yang masih dibilang cukup landai,


Pintu rimba sebagai batas vegetasi dan jalur pendakian alang alang sewu 



Melintasi perkebunan pendudduk menuju pintu rimba


Pos 1 lembah kesunyian


Diawal perjalanan menuju pos 2 medan masih terasa landai sesekali kemiringan sampai 30 derajat tersaji didepan mata, medan masih rapat khas pegunungan sindoro, sebelum sampai pos 2 ada sebuah pipa yg pecah mengalirkan air yang sangat jernih, ada satu lagi sumber air dan sumber air tersebut yg sebenarnya direkomendasikan bagi para pendaki, karena sumber air yg sebelumnya penggunaanya diperuntukan untuk warga setempat, namun menuju sumber air tersebut agak menjauh dari jalur kira2 sekitar 10 menit dengan jalur yg kecil dan agak tertutup ilalang, setelah dirasa perbekalan air cukup kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2, waktu tempuh menuju pos 2 satu jam 30 menit. Pos 2 merupakan dataran memanjang cukup untuk beberapa tenda. Pos 2 disebut juga lembah katresnan.



Pos 2 lembah katresnan


Melanjutkan perjalanan menuju pos 3 dengan jalur semakin menanjak, diawal perjalanan medan rapat masih tersaji, selang perjalanan 30 menit medan mulai terbuka dengan ilalang dikanan kiri jalur, waktu tempuh menuju pos 3 sekitar 1 jam 30 menit. Pos 3 disebut juga spot sunrise jalur alang sewu dengan berlatar gunung sumbing dan pemandangan cahaya kota yang sangat cantik jika dilihat malam hari, di depan gagahnya gunung sindoro memanjakan mata, kami putuskan bermalam disini berharap besok pagi cuaca bagus dan panorama matahari terbit via alang sewu yang terkenal dikalangan pendaki menyapa pagi kami esok.



Pos 3 alang alang sewu 


Sunrisse dari pos 3 berlatar gunung sumbing, merapi dan merbabu



Psunrise dari pos 3 alang alang sewu

Perjalanan kami lanjutkan kembali, medan khas puncak sindoro yang "menyebalkan" membuat ngilu semakin menjadi-jadi, selama perjalanan menuju puncak, gagahnya gunung sumbing dibelakang seakan membuat perjalanan semakin lambat karena saking asyik memandanginya, ada sebuah "spot foto" yang pasti setiap pendaki gunung sindoro via alang sewu menyempatkan berfoto disitu dan namanyapun sedikit menyentil kaum tak berpasangan (jomlo) selo gemiling atau batu jomlo.

Spot ini adalah sebuah batu besar yang puncaknya menjorok kearah gunung sumbing seakan menantang gagahnya gunung sumbing selo gemiling menyajikan panorama yang sangat indah, kalau menurut saya sendiri kenapa dinamakan batu jomlo karena dipuncak batu besar itu cuma aman hanya untuk dipijak seorang diri (sekali lagi itu pendapat saya)



Selo gemiling (batu jomlo)


Pos4 jalu mulyo

Melanjutkan perjalanan kembali menuju puncak sindoro sangat amat membutuhkan kesabaran ektra medan mendaki berbatu yang terjal memperlambat perjalanan kami, namun pada akhirnya kesabaran dan usaha membuahkan hasil, untuk kali kedua saya bisa menginjakan kaki dipuncak gunung sindoro dengan melintasi 2 jalur yg berbeda, waktu tempuh dari pos 4 menuju puncak sekitar 1 jam.

Puncak alang alang sewu


Kawah gunung sindoro

Minggu, 12 November 2017

Langit itu bernama Rante Mario

Gunung Latimojong merupakan gunung tertinggi di Pulau Sulawesi dan merupakan gunung kelima tertinggi di Indonesia. Gunung ini sebenarnya adalah deretan dari beberapa gunung dan beberapa puncak yang membentang dari Selatan ke Utara. Puncak tertinggi bernama Rante Mario yang berada di ketinggian 3.478 Mdpl dan disusul oleh puncak Nenemori di ketinggian 3.397 Mdpl dan masih ada beberapa puncak lagi.

Gunung Latimojong bukan merupakan gunung berapi dan berada cukup jauh dari jantung kota Makassar, namun walau begitu gunung ini merupakan salah satu gunung yang difavoritkan oleh para pendaki terlebih oleh mereka yang memiliki target merampungkan The seven summits of Indonesia. Yup, gunung Latimojong merupakan satu dari tujuh gunung yang masuk dalam list seven summits of Indonesia.

Puncak rante mario

Teman perjalanan kali ini sangatlah istimewa, mereka semua adalah teman sewaktu menggeluti masa-masa sekolaah dulu, vicky tdank yg sudah tak asing lagi sebageai teman perjalanan di beberapa pendakian kali ini sukses saya rayu menemani perjalanan kali ini, lalu Bowo yang lama menghilang yg setelah ditemukan membawa kabar gembira dengan 4 orang buah hati. Kemudian tommy yang lebih-lebih  lagi tak terlacak keberadaannya namun berkat sebuah media sosial saya berhasil menghubunginya.Bukan perkara mudah merayu mereka bergabung diperjalanan ini, Alhamdulillah berkat rayu merayu 4 november disepakati sebagai hari dimana memulai perjalanan.
Memelih penerbangan yang paling malam menjadi salah satu kesepakatan diantara kami, agar keesokan harinya lebih mudah mencari akses transportasi menuju enrekang.

Kiri kanan : saya, tomy, Bowo, Tdank

03.00 setibanya kami di bandara internasional sultan Hasanudin, sebelumnya atas rekomendasi Pak Dadang (pos lembayung) kami diberikan nomer Telp yang dapat mengantarkan kami, namun apa mau dikatab bapak supir tersebut baru akan menjemput kami pukul 07.30, mau dicancel tapi kepalang mengiyakan,, bersedia menunggu tapi ngedumel halus dalem hati,, NASIB.. NASIB..
Sampai waktu merangkak keangka 8 mobil yg akan menjemput kami pun belum tiba juga,, kesabaran kamipun bener diuji mata yang terasa berat perut yg keroncongan ditambah lagi suasana calo bandara yang terasa sangat mengganggu,, dan akhirnya pukul 09.00 mobil yang menjemput kami tepat berada didepan kami, tanpa basa basi segala perkakas yg dibawa pun masuk dalam bagasi untuk selanjutnya mengantarkan kami menuju baraka basecamp lembayung kediaman Pak Dadang.

Perjalanan menuju baraka sangatlah panjang membutuhkan waktu sampai 8jam untuk sampai di baraka, pemandangan khas Sulawesi menjadi panorama sendiri menyegarkan mata walau sesekali terlelap karena kantuk yang sangat akut. Pukul 04.00 waktu setempat kami tiba di basecamp lembayung rumah kediaman bapak dadang, dengan hangat beliau menyapa kami belum lagi anggota KPA lembayung yang senantiasa membantu kami dalam segala hal, kami putuskan besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan menuju desa karangan sebagai pintu awal memulai pendakian gunung latimojong,

pegunungan latimojong,  menurut cerita dari Pak Dadang pengelola BC lembayung, gugusan penguningan latimojong mempunyai 11 puncak, puncak rante mario ini adalah puncak tertinggi di gugusan pegunungan latimojong sekaligus puncak tertinggi dipulau Sulawesi menandakan salah satu dari 7 sumit Indonesia.
kesepakatan berikutnya adalah jasa ojeg yg akan kami gunakan sebagai moda transportasi menuju dusun karangan, dengan biaya 150rb untuk sekali jalan, mengingat perjalanan yang panjang dan Medan yang sulit sepertinya harga tersebut terbilang standar, karena jika hendak menggunakan jeep harga yang dipatok adalah 1,8jt tentu lebih hemat menggunakan jasa ojeg. Untuk perizinan diwajibkan untuk melapor juga di Polsek baraka, mengisi buku tamu di KPA lembayung dan regriatasi pendakian disusun karangan.


Sekretariat KPA LEMBAYUNG



Bersama anggota KPA LEMBAYUNG

Melapor di Mapolsek Baraka

Alarm berdering menandakan pukul
04.30 WITA rencana menuju karangan yang semula menggunakan jeap harus diurungkan karena jeap baru bisa mengantarkan kami pukul 2 siang, alternatifnya adalah ojeg, bersyukur juga sebenarnya karena budget yg dikeluarkan lebih murah tentunya, 
perjalan bener-benar sangat panjang hampir copot rasanya pinggang karena Medan yang dilalui banyak yg rusak berlumpur dan menanjak, beberapa kali kami harus turun agar motor dapat melewati rintangan, perjalanan memakan waktu 2,5 jam melewati beberapa desa hingga sampai pada desa paling ujung yaitu karangan, desa karangan sangat berbeda dengan desa-desa sebelumnya yang dilalui, karangan berpenduduk lebih banyak mungkin karena menjadi jalur utama pendakian gunung latimojong

                          Pos regristasi dusun karangan 


Selanjutnya setelah menyelesaikan segala urusan administrasi perjalan menuju pos 1 Medan dimulai menyisiri kebun kopi beberapa aliran sungai sering pula kami jumpai, 1 jam perjalan dari mulai desa karangan menuju pos 1


Pos 1

Selanjutnya menuju pos 2 diawal Medan terbuka dengan kebun kopi menemani perjalanan selanjutnya kami mulai memasuki hutan rapat beberapa waktu berjalan track mulai landai dan sesekali agak menurun dengan suara aliran air deras yg semakin nyaring terdengar hingga tiba lah kami dipos 2, sebuah jembatan dan gua yg bisa digunakan sebagai shelter apabila terpaksa harus menginap. Waktu tempuh menuju pos 2 sekitar 1 jam 15 menit


Pos 2 sarung Pakpak

Kisah yg terdengar untuk menuju pos 3 adalah jalur tersulit di pendakian latimojong memang benar adanya sepanjang jalan tanjakan tanjakan tajam dengan istilah "tanduki" (tanjakan dengkul ketemu dahi) sangat amat menguras tenaga, dimana sebagian gunung lain ketika jalur berat dibantu webing atau sling permanen sebagai alat bantu pemanjatan, disini rotan kuat sebagai alat bantu pegangan,, membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk tiba dipos 3

Pos 3

Pos 4 merupakan dataran kecil, bidangnya pun tidak rata, dari pos 3 menuju pos 4 membutuhkan waktu sekitar 1 jam, Medan yg bervariasi kadang menanjak kadang datar, vegetasi hutan raapat dan Medan berakar sedikit membantu ketika kesulitanbu untuk menanjak 

Pos 4


Selanjutnya menuju pos 5, pos 5 merupakan dataran yg cukup luas dapat menampung sekitar 20 tenda, sepanjang perjalanan menuju pos 5 Medan pun kadang menanjak tajam kadang datar memberikan bonus kepada pendaki yg melintasinya, dipos 5 terdapat aliran air letaknya sekitar 150meter menurun, waktu tempuh menuju pos 5 sekitar 2 jam

Pos 5


Medan Menuju pos 6 membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan Medan menanjak, pos 6 tidak begitu luas dan banyak akar yg muncul ke permukaan tanah 

Pos 6

Selanjutnya pos 7 tempat biasa memulai sumit atack, perjalanan menuju pos 7 terbilang cukup berat tanjakan panjang akan sering kita temui pemandangan hutan lumut menemani perjalanan, membutuhkan waktu sampai 2 jam untuk tiba dipos 7, di pos 7 juga terdapat sumber air yg sangat jernih,



Pos 7


Sebelum menuju puncak rante mario Kami disuguhkan dengan sebuah lokasi lapang terbuka disini disebut pos 8 atau lapangan,, 
namun penanda yang dimaksud tidak kami temukan, untuk sampai dilokasi tersebut dari pos 7 membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan vegetasi khas ketinggian  menemani perjalanan. 
Setelah Puas bermain dilapangan atau pos 8 itu kami bergegas ketujuan utama yaitu puncak rante mario, menyusuri punggungan memutar hingga akhir nya tibalah di puncak rante mario 
untuk sampai dipuncak rante mario ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Rante mario adalah salah satu puncak digugusan pegunungan latimojong,, menurut cerita dari Pak Dadang pengelola BC lembayung, gugusan penguningan latimojong mempunyai 11 puncak, puncak rante mario ini adalah puncak tertinggi di gugusan pegunungan latimojong sekaligus puncak tertinggi dipulau Sulawesi menandakan salah satu dari 7 sumit Indonesia.

Pos 8 / lapangan 



Puncak Rante Mario


Terima kasih telah meluangkan waktu membaca sedikit pengalaman kami.
Semoga ada manfaat yang dapat dipetik dari kisah ini,


Salam Lestari, 

Tak ada lagi istilah "...sumber air suu dekat kakak..."

Bicara leuweung (hutan) dalam konsep budaya masayarakat parahiyangan dikelompokan dalam 3 zona : Perampasan hak hutan  1. Leuweung Titipan ...